Naskah Lomba Film Fiksi “
Lingkungan”
“Impossible”
Screne 1
Setiap manusia pasti memiliki
kelebihan dan kekurangan yang membuat manusia nampak berbeda tak ada yang sama.
Namun tak semua manusia memiliki kelebi han dapat melihat masa depan
dan masa lalu seseorang. Layaknya seperti paranormal pada biasanya. Manusia itu
bernama Kinansih, kata orang dia merupakan keturunan paranormal yang sangat
melegenda keturunan kerajaan Mustika.
( sepanjang perjalanan menuju sekolah
dia melihat sesuatu yang aneh)
Banyak sekali
perampokan, pembulyyan, pencurian yang terjadi di sekolahnya. Hingga datang
seseorang yang memiliki aura mistis yang hitam sekali. Dia adalah pemimpin para
pemberontak itu. Mereka terdiri dari 3 orang dan semuanya memiliki aura jahat.
Screne 2
Kinan : “ tidak... tidak boleh. Bagaimana
ini semuanya akan menjadi kacau bila mereka berada dalam lingkungan sekolah,
bisa-bisa mereka sampai membunuh orang.” Ia terbangun dari bayangan yang ia
lihat dan sampailah ia di sekolahnya.
“ Kinan... waspadalah, bahaya akan
mengancamu... carilah kesatria Mada, dia akan membantumu. Ingat bencana akan
segera tiba” suara misterius tiba-tiba datang kepada Kinan. Dan semakin membuat
hatinya gelisah.
Kinan : “ suara apa itu, apakah ada
hubungaannya dengan bayangan yang aku terima tadi?”
Tiba-tiba dari
belakang terdengar
Maya : “ Kinan....Kinan.... tungguin ih. Aku
panggil-panggil juga, masa gak denger sih... ih sebel deh.” Suara Maya membuat
suara misterius tadi menghilang.
Kinan : “ hehe... maaf May aku gak denger.
Kamu sih panggilnya pelan-pelan”
Maya : “ pelan gimana sih, udah teriak-ter
iak juga. Ah udah yuk
cepet masuk kelas. Aku piket nih!”
Kinan : “ iya...iya... ayok. Gitu aja
ngambek”
“ Kinan.....Kinan....
Cepatlah.....”
Suara misterius
kembali terdengar oleh kinan
Maya : “ kinan.... ayo cepet masuk kelas, ye malah
bengong si”
Sungguh suara itu
memang sangat mengganggu Kinan. Sementara dari sisi lain.
Screne 3
Raja : “ sudah siapkah engkau menerima tugas
berat ini. Ku rasa kau telah sanggup menerimanya.”
Riki : “ baiklah raja, aku akan menerimanya. Namun
tugas apakah itu raja?”
Sungguh telah terjadi
suatu bencana yang besar untuk Kinan.
Screne 4
Ditengah larut malam, Kinan masih
terjaga dari tidurnya. Tidurnya benar-benar tak nyenyak, Masih terbayang apa
yang terjadi pada pagi hari tadi.
Kinan :” ayah... aku tak bisa tidur nyenyak,
aku masih berbayang-bayang suara tadi pagi ayah. Lalu bayangan itu selalu
muncul dalam pikiranku.” Kinan mencoba berkomunikasi dengan ayahnya memalui
perantara kalung sakti yang ayah nya berikan sewaktu masih dalam kerajaan
Mustika.
Ayah : “ tenanglah anakku, kau pasti bisa
melewatinya. Ayah yakin padamu. Akan segela tiba kesatria yang akan membantumu,
bersabarlah”
Kinan : “ tapi yah... Ayah...”
Suara ayah sekejab menghilang. Kinan
termenung diatas meja sampai-sampai ia tertidur.
Screne 5
Fani : “ kinan kinan.... cepat sini....”
Kinan : “ ada apa fan?”
Fani :” ini”
Terlihat sebuah tulisan di papan dengan bertulis “ Bersiaplah kau kinan,
kematian sudah menunggumu” sungguh membuat kinan semakin gelisah.
Kinan mendekat dan
menyentuh bilah papan tulis itu. Kinan melihat bayangan.
Ketiga pendekar hitam
itu yang telah melakukannya.
Riki : “ cepat kerjakan apa yang telah
kuperintahkan tadi’
Kedua anak buah : “ baik bos”
Setelah itu ketiga
pendekar hitam menghilang secara misterius.lalu....
Kinan :” ( nafas sesak) tidak... tidak
mungkin....”
Lalu Kinan tak
sadarkan diri, energi hitam itu telah melemahkan tubuh Kinan.
Fani dan teman-teman
: “ kinan...kinan...”
Maya yang baru datang
terkejut melihat kinan yang tergeletak di lantai
Maya : “ fan kinan kenapa, ada apa?”
Funi :” itu lihat....” ( sambil menuntuk kepapan
tulis)
Maya :” apa sih, ha....(kaget) ulah siapa ini fun,
keterlaluan. Ya udah bawa Kinan ke UKS saja”
Kinan akhirnya dibawa
ke UKS sekolah.
Screne 6
Verel : “ auranya sangat kental , aromanya sungguh
menyengat sekali.” Verel melewati UKS dan dia menemukan sesuatu yang ganjal.
Sesuatu yang dia cari yaitu putri keturunan kerajaan Mustika. Dan dia melihat
Kinan yang sedang terbaring.
“ iya tidak salah
lagi,dia adalah orang yang memiliki aura yang aku cari, itukah dia?”
Ketika verel
memandangi Kinan, ia tersadar dari pingsan nya dan melihat verel yang mengintip
ke arah nya.
Kinan :” (tersadar) emm... siapa itu, kenapa
dia memandangiku ? kenapa aku bisa ada disini?”
Verel :”(dalam hati) waduh gawat dia melihatku,
sebaiknya aku segera pergi”
Screne 7
Didalam kamar maya
menatap kedalam cermin, dan membayangkan apa yang ada dalam tulisan di papan
tulis tadi.
Maya : “ siapa yang melakukannya? Apakah mereka
pelakunya? Apa yang mereka inginkan dari Kinan?”
Ketiga pendekar hitam
mendatangi Maya.
“ Tuan Putri, kami
datang untuk menjemputmu”
Maya :” kenapa kalian datang kemari, siapa yang
menyuruhmu?”
“ kami hanya menerima
perintah baginda raja”
Mereka berangkat
dengan misterius.
Maya :” ada apa ayah, kenapa ayah sampai menyuruh
mereka menjemputku?”
Raja :” Kau sudah melampaui batas... kau harus
dihukum....”
Maya :” aaa..........”
Screne 8
Kinan nampak kebingungan, dari Maya yang
sudah tak berangkat sekolah selama 3
hari, tugas sekolah yang numpuk.
Kinan yang sedang
kesusahan dengan buku-buku yang bertumpukan ditangannya. Sampai buku-buku
tersebut berjatuhan.
Kinan :” yah jatuh....”
Datang sosok
laki-laki datang membantunya.
Verel :” biar aku bantu ya...”
Kinan :” makasih ya( sambil memungut
buku-buku yang terjatuh)”
Dan tak sengaja
mereka saling bersentuhan tangan, Kinan merasakan aura yang tak biasa. Aura
seperti dan setara dengan dirinya. Kinan melihat sebuah bayangan.
Fishion(bayangan) :
Paduka Raja Kijang :” Mada putraku, lindungilah putri
Kinansih”
Bayangan itu hilang
dan tersadar tentang sesuatu.
kinan :“ lho kamu bukannya, cowok waktu itu ya?
(flashback) iya kamu kan?”
Verel memotong
pembicaraan Kinan
Verel :” maaf Kinan... maaf”
Kinan :” lho kamu kok bisa tau namaku?”
Verel :” ummm... nanti pulang sekolah ikut aku ya,
aku jemput dikelasmu. Aku akan jelaskan semuanya”
Kinan :”ta......”
Verel :”udah kamu ikut aja ya, oke. Yaudah aku balik
ke kelas dulu”
Kinan merasa aneh
dengan laki-laki itu, auranya sangat mirip denganku. Guramnya dari hati.
Screne 9
Matahari sudah tak
nampak segar lagi, telah sayu dan akan segera berganti. Sore itu Verel membawa
Kinan ditaman sekolah.
Kinan : “ ada apa, kenapa kamu membawaku
kemari?”
Verel : “ ada sesuatu yang ingin aku tanyakan
padamu”
Kinan : “ tunggu, aku saja belum tau kamu
siapa, namum saja aku tak tau”
Verel : “ oke akan aku jelaskan dahulu siapa aku.
Namaku Verel, Aku adalah kesatria Mada,
aku telah mendapat tugas dari ayah handa untuk melindungimu”
Kinan :” sudah ku duga... kaulah pasti orang
itu”
verel :”aku tau kau pasti sudah merasakan aura tubuhku tadi”
verel :”aku tau kau pasti sudah merasakan aura tubuhku tadi”
Kinan :” lalu mengapa ayah mu memintamu
untuk melindungiku?”
Verel :” kau tau mengapa belakangan ini kau mendapat
bayangan-bayangan itu?”
Kinan : (wajah kebingungan)
Verel :” karna raja kegelapan ingin menguasai
sekolah ini, melalui kalung saktimu itu. Karna itu satu-satu jalan untuk dapat
menebus bumi ini”
Kinan :” serius?”
Verel :” iya”
Flashback
Paduka Raja Kijang :” Mada putraku, lindungilah putri
Kinansih”
Verel :” apakah itu ayah handa?”
Paduka Raja Kijang :” lindungilah putri Kinan dari kerajaan
Mustika dari Raja Kegelapan, bantu dia mengalahkannya”
Verel :” mengapa harus aku yah?”
Paduka Raja Kijang :”karna dia menginginkan sesuatu benda
pusaka yang tersimpan didalam sekolah putri Kinan”
Verel :” itu berarti....”
Paduka Raja Kijang :” iya anakku,kau benar. Raja kegelapan
tlah mengibarkan bendera perang untuk kita”
............................................
Kinan :” benda apa yang ia cari, selama ini
aku taak menemukan sesuatu yang aneh dari sekolah ini”
Verel :” akupun juga tidak merasakannya”
Tiba-tiba Kinan
mendengar .......
“ masa depan.....
masa depan..... kau tak akan pernah tau”
Verel :” kau kenapa kinan?”
kinan :” entah, aku mendengar suara misterius itu lagi”
kinan :” entah, aku mendengar suara misterius itu lagi”
Screne 10
Maya :” ayah.... lepaskan aku ayah.....” ( sambil
menangis kesakitan)
Raja :” rasakan, itu akibatnya terlalu baik kepada
manusia. Kau ini anak iblis, tak sepantasnya berbuat kebaikan”
Maya :” ampun ayah lepaskan aku....”
Raja :” kau akan kulepaskan, dengan satu syarat”
Maya :” apa itu ayah?”
Mereka tlah
merencanakan sesuatu yang menjadikan dunia kegelapan akan selangkah lebih baik.
Screne 11
Sudah hampir satu
minggu Maya tak kunjung berangkat kesekolahan, membuat Kinan sebagai sahabatnya
merasa sedih kehilangan sahabat yang paling cerewet menurutnya.
Fani :” kinan, maya kemana sih kok gak berangkat
sekolah. Udah satu minggu lebih lho dia gak berangkat?”
Kinan :” aku juga nggak tau fan”
Fani :” apa dia sakit ya?”
Kinan :” bisa jadi gitu si”
Fani :” coba telfon aja deh”
Kinan :” udah satu minggu ini nomernya gak
pernah aktif, gak biasanya dia kaya gitu”
Belum habis
pembicaraan mereka berdua dan terdapat sebuah keributan di depan kelas.
Kinan :” eh ada apa itu di depan”
fani :” mending kita lihat aja deh”
fani :” mending kita lihat aja deh”
Mereka mendapati
Verel dan Axel berada diluar
Axel :” mending lho jauh-jauh deh gak usah ikut
campur”
Verel :” so what.... aku Cuma melakuin apa yang
perlu aku kerjain, dan aku gak ada urusan sama kamu sama sekali”
Kinan mencoba
menengahi mereka
Kinan :” stop... ngapain kalian berantem
sih? Pagi-pagi juga”
Verel :” sini ikut aku”
Kinan :” kemana?” (ia mengahut tangan Kinan
dan pergi meninggalkan mereka).
Screne 12
Verel :” kamu tau tadi itu siapa?”
Kinan :” axel lah”
Verel :” tadi itu bukan Axel, tapi salah satu dari
tiga pendekar hitam”
Kinan :” hah.... serius. Bukannya mereka
hanya bisa berkeliaran malam hari”
Verel :” mereka sekarang semakin kuat Kinan, Kita
harus bertindak dengan cepat”
Kinan :” apa yang mesti kita lakukan?
Sedangkan kita saja tidak memiliki petunjuk apa-apa”
Verel :” kau ingat apa yang aku ceritakan padamu
sore itu”
Kinan : (mengingat) “ benda pusaka itu”
Verel :” kita harus segera menemukannya”
kinan :” bentar deh, apa maksudnya bisikan itu? Masa
depan, kita tak pernah tau?”
verel mondar-mandir
memikirkan teka-taki oleh bisikan misterius itu.
Verel :” jangan-jangan....”
Kinan :” jangan-jangan apa?”
Screne 13
Mereka berdua masih
sibuk memecahkan teka-teki itu. Namun mereka tak berhenti untuk mencari dan
dapat menemukan benda pusaka yang amat berharga.
Kinan :” kamu yakin ada di sini?”
Verel :” semoga saja ada sih”
Mereka mencari
disekitar gerbang sekolah
Verel :” masa depan, dan tidak kita ketahui. Di
gerbang inilah masa depan kita nantinya akan tercipta. Kita melangkah dari
sini. Dan kita tak akan pernah tau kapan kita akan berasil, jika kita tidak
mencoba untuk melangkah. Semuanya berawal dari sini”
Namun setelah mereka
mencari selama berjam-jam tak kunjung mereka temukan.
Kinan :” ah sudah tidak mungkin ada disi...”
Kinan pergi
meninggalkan Verel yang masih mengorek-ngorek tanah.
Screne 14
Seperti anak SMA pada
umumnya, mereka asyik berdiskusi dalam kekompakan kelompoknya masing-masing.
Dan saling bertukar pikiran.
Ibu guru :” baik waktu untuk berdikusinya sudah
habis. Pertama-tama ibu akan menjelaskan
pentingnya pengetahuan bagi kehidupan manusia. Ilmu Pengetahuan amatlah sangat penting bagi
kehidupan manusia, dengan ilmu pengetahuan juga manusia mengetahui apa yang tak
ia ketahui sebelumnya”
Bu guru terus
melanjutkan pemamarannya..........................
Kinan : ( dalam hati) “ jangan....
jangan....”
Kinan :” bu mau izin kebelakang ‘
Bu guru :” iya sudah sana cepat, baik
ibu lanjutkan ....”
Kinan mendapatkan
sebuah jawaban dari teka-teki tersebut.
Screne 15
Kinan mengajak verel
untuk bersama dengannya mencari benda pusaka itu kembali.
Verel :” apa apa si, kok kamu ngajak aku ke sini?
Ini jam pelajaran tau”
Kinan :” aku udah tau jawabanya”
Verel :” yang bener? Terus dimana?”
Kinan :” disini ( perpustakaan)”
Verel :” yang bener dong, hahaha...masa iya ada
benda keramat ditumpukan buku-buku.”
Kinan :” masa depan, kita bisa meraih
cita-cita kita dengan belajar. Kita belajar dengan buku. Buku-buku tau tentang
segala hal yang tak kita ketahui. Dan buku-buku itu tempatnya di perpustakaan”
Verel hanya terdiam
dan memandangi kinan dengan takjub. Merekapun mencari benda itu diantara
buku-buku yang amatlah banyak. Dan sampai akhirnya...................
Kinan :” verel...............”
Mereka berdua tabjuk
dengan benda pusaka itu.
Screne 16
Hati merekapun merasa
senang karena telah mendapatkan apa yang mereka cari.
Verel :” kinan biar aku saja yang bawa ya... biar
ayahku yang menyimpannya”
Kinan :” ow gitu ya, yaudah deh. Nih....”
Namun kinan tak tahu
bahaya apa yang sedang ia hadapi, verel
itu ternyata....
Maya :” hahaha... dasar kau Kinan”
Kinan :” maya, jadi kau.....”
Maya :” verel sudah mereka culik”
Flashback
Verel :” mana ya kok gak ada, udah korek-korek tanah
gini masa gak ada sih. Kinan bantuin dong... kinan....”
Ketiga pendekar hitam
itu membius verel dan membawanya kepada raja kegelapan
Verel :”hmmmm.....”
Maya :”dan sekarang giliranmu Kinan. Kamu bertiga
cepat tangkap dia”
Ketiga pendekar :” baik tuan putri”
Kinan :”tuan putri? Jadi kau putri raja
kegelapan... benar benar kau maya”
“lepas,lepaskan
aku!!!”
Screne 17
Kinan dibawa kedalam
penjara kegelapan bersama verel.
Maya :” haha... rasakan itu kinan,byebye”
Maya,ketiga pendekar
tertawa
Verel :”kinan?”
Kinan :”verel...”
Verel :” kau sudah disini kinan, kita tak punya
harapan untuk kembali kebumi lagi’
Kinan :” nggak pasti ada cara lain”
Mereka sibuk mencari
jalan untuk keluar dari penjara kegelapan.
Raja kegelapan :” hallo putri kinansih... hallo kesatria
Mada”
Verel :” perlu apa kau membawa kami?”
Kinan :” kau mau membunuhku?”
Raja :” sabar tuan putri sebentar lagi ajalmu akan
datang, begitu juga kau kesatria sang putri. Hahah......”
“ Maya cepat
singkirkan mereka”
Maya :” baik ayah” mengarahkan tongkat kearah pintu
besi.
“cepat keluarlah
Kinasih”
Kinasih :” ha....”
Maya :”cepatlah tak ada waktu, guanakan kalungmu itu
untuk kembali ke bumi”
Kinasih :”lalu bagaimana dengan mu?”
Maya :” sudah jangan khawatirkan diriku. Tolong
selamatkan sekolah kita”
Kinan dan verel
terbebas dan dapat kembali lagi kebumi, namun sementara itu maya.
Raja :”Maya, beraninya kau!”
Raja kegelapan sangat
marah dengan apa yang dilakukan oleh maya. Namun sebelum maya mendapat amukan
sang ayah nya ia terlebih dahulu melarikan diri ke bumi.
Raja :”kemana dia, awas saja nanti....”
Screne 18
Situasi semakin
memanas dikala Maya menghianati ayahnya sendiri. Maya hanya ingin menyelamatkan
temannya yang telah begitu baik terhadapnya dan menyadarkannya bahwa manusia
adalah makhluk yang tidak mengerikan seperti yang slalu ayahnya ceritakan
padanya.
Dengan nafas yang
cepat Kinasih dan Verel selamat dari raja kegelapan.
Verel :” untunglah kita selamat “
Kinan :” tapi bagaimana dengan Maya”
Verel :” sudahlah jangan mengkhawatirkan dia”
Kinan :” tapi dia yang sudah menyelamatkan
kita”
Verel :” dan dia juga yang telah membawa kita
kedalam bayaha itu”
Kinan :”tapi....”
Verel :” udahlah kinan, dia itu sama sama seperti
ayahnya”
Kinan :” enggak, Maya itu beda....”
Tanpa sepengetahuan
Kinan dan Verel, Maya tak segaja mendengar pembicaraannya tersebut.
Verel :”siapa tau aja kan dia Cuma pura-pura aja”
Kinan :” apa buktinya?”
Verel :” buktinya, sekarang mana benda pusakanya?”
Maya memandang pusaka
yang mereka maksud. Dan mulai menghampiri keduanya.
“gak bisa jawab kan?”
Maya :” maafin aku ya, maafin juga ayahku.
Kinan :” enggak Maya, kamu enggak usah
mintamaaf segala. Kamu enggak salah kok, harusnya kami yang berterima kasih
karna kamu udah nyelametin kita”
Verel :” alah....”
Maya :” yang dikatakan verel tadi itu bener kok Nan,
aku emang jahat sama kalian”
Verel :” bagus deh kalau sadar”
Kinan :” usssttt apaan sih( menginjak kaki
verel, dengan berbisik) enggak kok, verel
bohong”
Maya :” aku Cuma mau ngasih ini ( benda Pusaka)
Kinan :” kok bisa ada dikamu?”
Maya :” iya aku mengambilnya pas ayahku nggak ada”
Verel :” alesan”
Maya :” kamu besok sip-siap ya, ayahku pasti akan
menyerangmu dan kamu juga Verel”
Verel :” gak usah sok baik deh”
Maya :” aku siap membntu kalian, aku juga tak mau
ayahku ingin menguasai sekolah kalian”
Verel :” gak usah, terimakasih”
Kinan :” kamu apaan sih Rel, hehe iya maya
terimakasih ya”
Maya :” ya udah aku balik dulu ya”
Dan Maya menghilang
dengan misterius lagi.
Screne 19
Hari esok telah
datang, masih terngiang-ngiang ucapan Maya di telinganya. Begitu pula ketiga
pendekar hitam tadi telah memulai aksinya.
Riki :”ingat, hilangkan semua orang yang ada
disekolah ini, pancing Kinan dan Verel
keluar”
Kedua anak buah Lmengangguk
Ternyata begitulah
strategi yang mereka buat untuk Kinan dan Verel .
Kinan :” apa yang terjadi?”
Verel :” kemana semua orang?”
Kinan :” bukankah ini sudah siang?”
Verel :”kenapa tak ada seorangpun?”
mereka masih tak henti bertanya-tanya
mereka masih tak henti bertanya-tanya
Verel :”jangan jangan...”
Kinan :” tidak salah lagi”
Mereka menyiapkan
semuanya , mereka tak ingin kebaikan terkalahkan dengan kejahatan. Sungguh tak
akan adil bila itu terjadi.
Verel :”sebaiknya kita minta bantuan ayahku saja”
Kinan :” jangan”
Verel :” tapi...”
Kinan :” bukankah kau sudah mendapat
kepercayaan bahwa kamu bisa melakukan iki?”
Verel :” baiklah kita akan coba berdua saja”
Maya :” tidak.. aku ikut”
Kinan :” maya...”
Maya :” aku akan ikut kalian demi nama kebaikan”
Verel :” terserah kau saja”
Mereka segera
bergegas menyiapkan segalanya.
Mereka menyatukan
kekuatan mereka, walaupun mereka tak begitu yakin dapat mengalahkan raja
Kegelapan.
Kinan :” ummm.,.. May kamu tau kelemahan
ayahmu?”
maya :” kelemahan ayahku adalah aku”
Verel :” maksud kamu?”
Maya :” setiap tetes darah yang aku punya adalah
darah ayahku juga”
Kinan :”lalu?”
Maya :” jika kalian membunuhku, kalian akan
memenangkan peran ini”
Verel :” tidak, pasti ada cara lain”
Kinan :” iya pasti ada cara yang lain, untuk
melenyapkannya”
Maya : “ tak ada Kinan, ayahku sekarang sudah bisa
memasuki bumi dengan mudahnya”
Verel :” kenapa bisa begitu, bukankah ayahmu tak
bisa menembus dinding bumi ini?”
Maya :”iya awalnya juga seperti itu,tapi...”
Kinan :” tapi apa Maya?”
Maya :” benda pusaka yang kalian pegang itu palsu,
ayahku terlebih dahulu
Menukarnya. Karna dia tau ini akan terjadi”
Verel :” pasti di punya kelemahan lainnya kan?”
Maya :” tidak verel, kau kan benci padaku. Kenapa
tidak kau saja yang membunuhku? Mungkin itu bisa menebus kesalahanku?”
verel :” awalnya begitu, namun aku sadar kau taknsejahat yang kupikirkan”
verel :” awalnya begitu, namun aku sadar kau taknsejahat yang kupikirkan”
Namun tak sampai
mereka menyelesaikan pembicaraannya, ketiga pendekar hitam terlebih dahulu
menyacaukannya.
Riki :” apa kabar tuan putri? Hahah”
Maya :” beraninya kau muncul dihadapanku?”
Mereka saling
menyerang tanpa henti, mengadu kekuatan yang mereka punyai. Tanpa pedang
ataupun senjata, mereka mengadu kekuatan dalam. Namun, kekuatan yang dimiliki
ketiga pendekar tadi kalah jauh dengan mereka. Sampai akhirnya Raja
kegelapanpun datang .
Raja kegelapan :” hallo maya putriku, hallo putri
kinansin, hallo kesatria Mada”
Verel :” celaka, dia sudah tiba”
Kinan :” ayo kita bergegas”
Maya :”sudah saatnya”
Verel :” ayo kita serang......”
Mereka saling
mengerang raja kegelapan yang kekuatannya amatlah sangat dashyat. Kekuatan
mereka memang tak sepadan, walaupun mereka sudah menyatukan kekuatan mereka
namun itu tidak cukup untuk melawannya. Sampai akhirnya semuanya menjadi
tragedi yang amatlah sangat menyedihkan.
Kinan :” Maya.... Verel.... waktuku sudah
tak lama lagi... kalahkanlah dia. Ku mohon”
Verel :” tidak Kinan, kamu harus bertahan”
Kinan :”jalankanlah misimu dengan baik”
Maya akhirnya
memejamkan mata untuk selama-lamanya. Dan itu sangat membuat Verel marah,
sedangkan Maya hanya bisa menangis melihat Kinan sahabatnya.
Verel :”beraninya kau, akan ku hancurkan kau.
Hiya..... rasakan ini”
Maya :”jangan Verel. Tidak........”
Raja kegelapan :” hahahahah...... kekuatanmu amatlah
sangat buruk hahaha....”
Verel bertarung
dengan sekuat tenaganya, dia benar-benar sakit hati karena dia telah membunuh
maya. Namun apa yang terjadi verel juga tidak mampu melawan raja kegelapan. Dan
ia juga menyusul Kinan.
Maya :”verel...... hahahah kalian jangan
meninggalkanku(menangis dengan derasnya)”
Raja kegelapan :” akhirnya aku bisa menguasai sekolah ini
dan akan ku hisap semua energi yang ada disini. Aku akan menjadi raja yang
terkuat, dan tak akan ada orang yang mengalahkanku. Hahahahah.....”
Maya :” ayah jahat”
Raja kegelapan :” ayolah nak, mereka hanya orang lemah.
Tidak sepadan dengan kita. Ayo kita pulang dan bersenang-senang”
Maya :” tidak , ayah tidak akan bisa”
Raja kegelapan :” ada apa dengan kamu Maya?”
Maya :” karna ayah telah membunuh sahabat-sahabatku,
dan aku tak bisa mengalahkan ayah. Maka ini jalan yang aku pilih ayah. Selamat
tinggal”
Maya menodongkan senjata ketubuhnya, kan
membunuh dirinya sendiri. Dengan begitu dia telah membunuh ayahnya.
Raja kegelapan :”tidak...........................................”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar