Rabu, 19 Oktober 2016

contoh naskah film SMA N 1 WIROSARI

naskah film pendek sma negeri 1 wirosari
Naskah Lomba Film Fiksi “ Lingkungan”
“Impossible”
Screne 1
          Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan yang membuat manusia nampak berbeda tak ada yang sama. Namun tak semua manusia memiliki kelebi                   han dapat melihat masa depan dan masa lalu seseorang. Layaknya seperti paranormal pada biasanya. Manusia itu bernama Kinansih, kata orang dia merupakan keturunan paranormal yang sangat melegenda keturunan kerajaan Mustika.
          ( sepanjang perjalanan menuju sekolah dia melihat sesuatu yang aneh)
Banyak sekali perampokan, pembulyyan, pencurian yang terjadi di sekolahnya. Hingga datang seseorang yang memiliki aura mistis yang hitam sekali. Dia adalah pemimpin para pemberontak itu. Mereka terdiri dari 3 orang dan semuanya memiliki aura jahat.
Screne 2
Kinan          : “ tidak... tidak boleh. Bagaimana ini semuanya akan menjadi kacau bila mereka berada dalam lingkungan sekolah, bisa-bisa mereka sampai membunuh orang.” Ia terbangun dari bayangan yang ia lihat dan sampailah ia di sekolahnya.
          “ Kinan... waspadalah, bahaya akan mengancamu... carilah kesatria Mada, dia akan membantumu. Ingat bencana akan segera tiba” suara misterius tiba-tiba datang kepada Kinan. Dan semakin membuat hatinya gelisah.
Kinan          : “ suara apa itu, apakah ada hubungaannya dengan bayangan yang aku terima tadi?”
Tiba-tiba dari belakang terdengar
Maya : “ Kinan....Kinan.... tungguin ih. Aku panggil-panggil juga, masa gak denger sih... ih sebel deh.” Suara Maya membuat suara misterius tadi menghilang.
Kinan          : “ hehe... maaf May aku gak denger. Kamu sih panggilnya pelan-pelan”
Maya : “ pelan gimana sih, udah teriak-ter
iak juga. Ah udah yuk cepet masuk kelas. Aku piket nih!”
Kinan          : “ iya...iya... ayok. Gitu aja ngambek”
“ Kinan.....Kinan.... Cepatlah.....”
Suara misterius kembali terdengar oleh kinan
Maya : “ kinan.... ayo cepet masuk kelas, ye malah bengong si”
Sungguh suara itu memang sangat mengganggu Kinan. Sementara dari sisi lain.
Screne 3
Raja   : “ sudah siapkah engkau menerima tugas berat ini. Ku rasa kau telah sanggup menerimanya.”
Riki   : “ baiklah raja, aku akan menerimanya. Namun tugas apakah itu raja?”
Sungguh telah terjadi suatu bencana yang besar untuk Kinan.
Screne 4
          Ditengah larut malam, Kinan masih terjaga dari tidurnya. Tidurnya benar-benar tak nyenyak, Masih terbayang apa yang terjadi pada pagi hari tadi.
Kinan          :” ayah... aku tak bisa tidur nyenyak, aku masih berbayang-bayang suara tadi pagi ayah. Lalu bayangan itu selalu muncul dalam pikiranku.” Kinan mencoba berkomunikasi dengan ayahnya memalui perantara kalung sakti yang ayah nya berikan sewaktu masih dalam kerajaan Mustika.
Ayah  : “ tenanglah anakku, kau pasti bisa melewatinya. Ayah yakin padamu. Akan segela tiba kesatria yang akan membantumu, bersabarlah”
Kinan          : “ tapi yah... Ayah...”
          Suara ayah sekejab menghilang. Kinan termenung diatas meja sampai-sampai ia tertidur.
Screne 5
Fani   : “ kinan kinan.... cepat sini....”
Kinan          : “ ada apa fan?”
Fani   :” ini”
          Terlihat sebuah tulisan di papan  dengan bertulis “ Bersiaplah kau kinan, kematian sudah menunggumu” sungguh membuat kinan semakin gelisah.
Kinan mendekat dan menyentuh bilah papan tulis itu. Kinan melihat bayangan.
Ketiga pendekar hitam itu yang telah melakukannya.
Riki   : “ cepat kerjakan apa yang telah kuperintahkan tadi’
Kedua anak buah : “ baik bos”
Setelah itu ketiga pendekar hitam menghilang secara misterius.lalu....
Kinan          :” ( nafas sesak) tidak... tidak mungkin....”
Lalu Kinan tak sadarkan diri, energi hitam itu telah melemahkan tubuh Kinan.
Fani dan teman-teman : “ kinan...kinan...”
Maya yang baru datang terkejut melihat kinan yang tergeletak di lantai
Maya : “ fan kinan kenapa, ada apa?”
Funi  :” itu lihat....” ( sambil menuntuk kepapan tulis)
Maya :” apa sih, ha....(kaget) ulah siapa ini fun, keterlaluan. Ya udah bawa Kinan ke UKS saja”
Kinan akhirnya dibawa ke UKS sekolah.

Screne 6
Verel  : “ auranya sangat kental , aromanya sungguh menyengat sekali.” Verel melewati UKS dan dia menemukan sesuatu yang ganjal. Sesuatu yang dia cari yaitu putri keturunan kerajaan Mustika. Dan dia melihat Kinan yang sedang terbaring.
“ iya tidak salah lagi,dia adalah orang yang memiliki aura yang aku cari, itukah dia?”
Ketika verel memandangi Kinan, ia tersadar dari pingsan nya dan melihat verel yang mengintip ke arah nya.
Kinan          :” (tersadar) emm... siapa itu, kenapa dia memandangiku ? kenapa aku bisa ada disini?”
Verel  :”(dalam hati) waduh gawat dia melihatku, sebaiknya aku segera pergi”

Screne 7
Didalam kamar maya menatap kedalam cermin, dan membayangkan apa yang ada dalam tulisan di papan tulis tadi.
Maya : “ siapa yang melakukannya? Apakah mereka pelakunya? Apa yang mereka inginkan dari Kinan?”
Ketiga pendekar hitam mendatangi Maya.
“ Tuan Putri, kami datang untuk menjemputmu”
Maya :” kenapa kalian datang kemari, siapa yang menyuruhmu?”
“ kami hanya menerima perintah baginda raja”
Mereka berangkat dengan misterius.
Maya :” ada apa ayah, kenapa ayah sampai menyuruh mereka menjemputku?”
Raja   :” Kau sudah melampaui batas... kau harus dihukum....”
Maya :” aaa..........”

Screne 8
  Kinan nampak kebingungan, dari Maya yang sudah tak berangkat sekolah  selama 3 hari, tugas sekolah yang numpuk.
Kinan yang sedang kesusahan dengan buku-buku yang bertumpukan ditangannya. Sampai buku-buku tersebut berjatuhan.
Kinan          :” yah jatuh....”
Datang sosok laki-laki datang membantunya.
Verel  :” biar aku bantu ya...”
Kinan          :” makasih ya( sambil memungut buku-buku yang terjatuh)”
Dan tak sengaja mereka saling bersentuhan tangan, Kinan merasakan aura yang tak biasa. Aura seperti dan setara dengan dirinya. Kinan melihat sebuah bayangan.
Fishion(bayangan)         :
Paduka Raja Kijang       :” Mada putraku, lindungilah putri Kinansih”
Bayangan itu hilang dan tersadar tentang sesuatu.
kinan :“ lho kamu bukannya, cowok waktu itu ya? (flashback) iya kamu kan?”
Verel memotong pembicaraan Kinan
Verel  :” maaf Kinan... maaf”
Kinan          :” lho kamu kok bisa tau namaku?”
Verel  :” ummm... nanti pulang sekolah ikut aku ya, aku jemput dikelasmu. Aku akan jelaskan semuanya”
Kinan          :”ta......”
Verel  :”udah kamu ikut aja ya, oke. Yaudah aku balik ke kelas dulu”
Kinan merasa aneh dengan laki-laki itu, auranya sangat mirip denganku. Guramnya dari hati.

Screne 9
Matahari sudah tak nampak segar lagi, telah sayu dan akan segera berganti. Sore itu Verel membawa Kinan ditaman sekolah.
Kinan          : “ ada apa, kenapa kamu membawaku kemari?”
Verel  : “ ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu”
Kinan          : “ tunggu, aku saja belum tau kamu siapa, namum saja aku tak tau”
Verel  : “ oke akan aku jelaskan dahulu siapa aku. Namaku Verel, Aku  adalah kesatria Mada, aku telah mendapat tugas dari ayah handa untuk melindungimu”
Kinan          :” sudah ku duga... kaulah pasti orang itu”
verel  :”aku tau kau pasti sudah merasakan aura tubuhku tadi”
Kinan          :” lalu mengapa ayah mu memintamu untuk melindungiku?”
Verel  :” kau tau mengapa belakangan ini kau mendapat bayangan-bayangan itu?”
Kinan          : (wajah kebingungan)
Verel  :” karna raja kegelapan ingin menguasai sekolah ini, melalui kalung saktimu itu. Karna itu satu-satu jalan untuk dapat menebus bumi ini”
Kinan          :” serius?”
Verel  :” iya”
Flashback
Paduka Raja Kijang       :” Mada putraku, lindungilah putri Kinansih”
Verel                     :” apakah itu ayah handa?”
Paduka Raja Kijang       :” lindungilah putri Kinan dari kerajaan Mustika dari Raja Kegelapan, bantu dia mengalahkannya”
Verel                     :” mengapa harus aku yah?”
Paduka Raja Kijang       :”karna dia menginginkan sesuatu benda pusaka yang tersimpan didalam sekolah putri Kinan”
Verel                     :” itu berarti....”
Paduka Raja Kijang       :” iya anakku,kau benar. Raja kegelapan tlah mengibarkan bendera perang untuk kita”
............................................
Kinan          :” benda apa yang ia cari, selama ini aku taak menemukan sesuatu yang aneh dari sekolah ini”
Verel  :” akupun juga tidak merasakannya”
Tiba-tiba Kinan mendengar .......
“ masa depan..... masa depan..... kau tak akan pernah tau”
Verel  :” kau kenapa kinan?”
kinan :” entah, aku mendengar suara misterius itu lagi”

Screne 10
Maya :” ayah.... lepaskan aku ayah.....” ( sambil menangis kesakitan)
Raja   :” rasakan, itu akibatnya terlalu baik kepada manusia. Kau ini anak iblis, tak sepantasnya berbuat kebaikan”
Maya :” ampun ayah lepaskan aku....”
Raja   :” kau akan kulepaskan, dengan satu syarat”
Maya :” apa itu ayah?”
Mereka tlah merencanakan sesuatu yang menjadikan dunia kegelapan akan selangkah lebih baik.

Screne 11
Sudah hampir satu minggu Maya tak kunjung berangkat kesekolahan, membuat Kinan sebagai sahabatnya merasa sedih kehilangan sahabat yang paling cerewet menurutnya.
Fani   :” kinan, maya kemana sih kok gak berangkat sekolah. Udah satu minggu lebih lho dia gak berangkat?”
Kinan          :” aku juga nggak tau fan”
Fani   :” apa dia sakit ya?”
Kinan          :” bisa jadi gitu si”
Fani   :” coba telfon aja deh”
Kinan          :” udah satu minggu ini nomernya gak pernah aktif, gak biasanya dia kaya gitu”
Belum habis pembicaraan mereka berdua dan terdapat sebuah keributan di depan kelas.
Kinan          :” eh ada apa itu di depan”
fani    :” mending kita lihat aja deh”
Mereka mendapati Verel dan Axel berada diluar
Axel   :” mending lho jauh-jauh deh gak usah ikut campur”
Verel  :” so what.... aku Cuma melakuin apa yang perlu aku kerjain, dan aku gak ada urusan sama kamu sama sekali”
Kinan mencoba menengahi mereka
Kinan          :” stop... ngapain kalian berantem sih? Pagi-pagi juga”
Verel  :” sini ikut aku”
Kinan          :” kemana?” (ia mengahut tangan Kinan dan pergi meninggalkan mereka).

Screne 12
Verel  :” kamu tau tadi itu siapa?”
Kinan          :” axel lah”
Verel  :” tadi itu bukan Axel, tapi salah satu dari tiga pendekar hitam”
Kinan          :” hah.... serius. Bukannya mereka hanya bisa berkeliaran malam hari”
Verel  :” mereka sekarang semakin kuat Kinan, Kita harus bertindak dengan cepat”
Kinan          :” apa yang mesti kita lakukan? Sedangkan kita saja tidak memiliki petunjuk apa-apa”
Verel  :” kau ingat apa yang aku ceritakan padamu sore itu”
Kinan          : (mengingat) “ benda pusaka itu”
Verel  :” kita harus segera menemukannya”
kinan :” bentar deh, apa maksudnya bisikan itu? Masa depan, kita tak pernah tau?”
verel mondar-mandir memikirkan teka-taki oleh bisikan misterius itu.
Verel  :” jangan-jangan....”
Kinan          :” jangan-jangan apa?”

Screne 13
Mereka berdua masih sibuk memecahkan teka-teki itu. Namun mereka tak berhenti untuk mencari dan dapat menemukan benda pusaka yang amat berharga.
Kinan          :” kamu yakin ada di sini?”
Verel  :” semoga saja ada sih”
Mereka mencari disekitar gerbang sekolah
Verel  :” masa depan, dan tidak kita ketahui. Di gerbang inilah masa depan kita nantinya akan tercipta. Kita melangkah dari sini. Dan kita tak akan pernah tau kapan kita akan berasil, jika kita tidak mencoba untuk melangkah. Semuanya berawal dari sini”
Namun setelah mereka mencari selama berjam-jam tak kunjung mereka temukan.
Kinan          :” ah sudah tidak mungkin ada disi...”
Kinan pergi meninggalkan Verel yang masih mengorek-ngorek tanah.
Screne 14
Seperti anak SMA pada umumnya, mereka asyik berdiskusi dalam kekompakan kelompoknya masing-masing. Dan saling bertukar pikiran.

Ibu guru     :” baik waktu untuk berdikusinya sudah habis. Pertama-tama ibu akan menjelaskan  pentingnya pengetahuan bagi kehidupan manusia.  Ilmu Pengetahuan amatlah sangat penting bagi kehidupan manusia, dengan ilmu pengetahuan juga manusia mengetahui apa yang tak ia ketahui sebelumnya”
Bu guru terus melanjutkan pemamarannya..........................
Kinan          : ( dalam hati) “ jangan.... jangan....”
Kinan          :” bu mau izin kebelakang ‘
Bu guru                :” iya sudah sana cepat, baik ibu lanjutkan ....”
Kinan mendapatkan sebuah jawaban dari teka-teki tersebut.

Screne 15
Kinan mengajak verel untuk bersama dengannya mencari benda pusaka itu kembali.
Verel  :” apa apa si, kok kamu ngajak aku ke sini? Ini jam pelajaran tau”
Kinan          :” aku udah tau jawabanya”
Verel  :” yang bener? Terus dimana?”
Kinan          :” disini ( perpustakaan)”
Verel  :” yang bener dong, hahaha...masa iya ada benda keramat ditumpukan buku-buku.”
Kinan          :” masa depan, kita bisa meraih cita-cita kita dengan belajar. Kita belajar dengan buku. Buku-buku tau tentang segala hal yang tak kita ketahui. Dan buku-buku itu tempatnya di perpustakaan”
Verel hanya terdiam dan memandangi kinan dengan takjub. Merekapun mencari benda itu diantara buku-buku yang amatlah banyak. Dan sampai akhirnya...................
Kinan          :” verel...............”
Mereka berdua tabjuk dengan benda pusaka itu.

Screne 16
Hati merekapun merasa senang karena telah mendapatkan apa yang mereka cari.
Verel  :” kinan biar aku saja yang bawa ya... biar ayahku yang menyimpannya”
Kinan          :” ow gitu ya, yaudah deh. Nih....”
Namun kinan tak tahu bahaya apa yang sedang  ia hadapi, verel itu ternyata....
Maya :” hahaha... dasar kau Kinan”
Kinan          :” maya, jadi kau.....”
Maya :” verel sudah mereka culik”
Flashback
Verel  :” mana ya kok gak ada, udah korek-korek tanah gini masa gak ada sih. Kinan bantuin dong... kinan....”
Ketiga pendekar hitam itu membius verel dan membawanya kepada raja kegelapan
Verel  :”hmmmm.....”
Maya :”dan sekarang giliranmu Kinan. Kamu bertiga cepat tangkap dia”
Ketiga pendekar   :” baik tuan putri”
Kinan          :”tuan putri? Jadi kau putri raja kegelapan... benar benar kau maya”
“lepas,lepaskan aku!!!”

Screne 17
Kinan dibawa kedalam penjara kegelapan bersama verel.
Maya :” haha... rasakan itu kinan,byebye”
Maya,ketiga pendekar tertawa
Verel  :”kinan?”
Kinan          :”verel...”
Verel  :” kau sudah disini kinan, kita tak punya harapan untuk kembali kebumi lagi’
Kinan          :” nggak pasti ada cara lain”
Mereka sibuk mencari jalan untuk keluar dari penjara kegelapan.
Raja kegelapan     :” hallo putri kinansih... hallo kesatria Mada”
Verel  :” perlu apa kau membawa kami?”
Kinan          :” kau mau membunuhku?”
Raja   :” sabar tuan putri sebentar lagi ajalmu akan datang, begitu juga kau kesatria sang putri. Hahah......”
“ Maya cepat singkirkan mereka”
Maya :” baik ayah” mengarahkan tongkat kearah pintu besi.
“cepat keluarlah Kinasih”
Kinasih       :” ha....”
Maya :”cepatlah tak ada waktu, guanakan kalungmu itu untuk kembali ke bumi”
Kinasih       :”lalu bagaimana dengan mu?”
Maya :” sudah jangan khawatirkan diriku. Tolong selamatkan sekolah kita”
Kinan dan verel terbebas dan dapat kembali lagi kebumi, namun sementara itu maya.
Raja   :”Maya, beraninya kau!”
Raja kegelapan sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh maya. Namun sebelum maya mendapat amukan sang ayah nya ia terlebih dahulu melarikan diri ke bumi.
Raja   :”kemana dia, awas saja nanti....”

Screne 18
Situasi semakin memanas dikala Maya menghianati ayahnya sendiri. Maya hanya ingin menyelamatkan temannya yang telah begitu baik terhadapnya dan menyadarkannya bahwa manusia adalah makhluk yang tidak mengerikan seperti yang slalu ayahnya ceritakan padanya.
Dengan nafas yang cepat Kinasih dan Verel selamat dari raja kegelapan.
Verel  :” untunglah kita selamat “
Kinan          :” tapi bagaimana dengan Maya”
Verel  :” sudahlah jangan mengkhawatirkan dia”
Kinan          :” tapi dia yang sudah menyelamatkan kita”
Verel  :” dan dia juga yang telah membawa kita kedalam bayaha itu”
Kinan          :”tapi....”
Verel  :” udahlah kinan, dia itu sama sama seperti ayahnya”
Kinan          :” enggak, Maya itu beda....”
Tanpa sepengetahuan Kinan dan Verel, Maya tak segaja mendengar pembicaraannya tersebut.
Verel  :”siapa tau aja kan dia Cuma pura-pura aja”
Kinan          :” apa buktinya?”
Verel  :” buktinya, sekarang mana benda pusakanya?”
Maya memandang pusaka yang mereka maksud. Dan mulai menghampiri keduanya.
“gak bisa jawab kan?”
Maya :” maafin aku ya, maafin juga ayahku.
Kinan          :” enggak Maya, kamu enggak usah mintamaaf segala. Kamu enggak salah kok, harusnya kami yang berterima kasih karna kamu udah nyelametin kita”
Verel  :” alah....”
Maya :” yang dikatakan verel tadi itu bener kok Nan, aku emang jahat sama kalian”
Verel  :” bagus deh kalau sadar”
Kinan          :” usssttt apaan sih( menginjak kaki verel, dengan berbisik) enggak kok, verel  bohong”
Maya :” aku Cuma mau ngasih ini ( benda Pusaka)
Kinan          :” kok bisa ada dikamu?”
Maya :” iya aku mengambilnya pas ayahku nggak ada”
Verel  :” alesan”
Maya :” kamu besok sip-siap ya, ayahku pasti akan menyerangmu dan kamu juga Verel”
Verel  :” gak usah sok baik deh”
Maya :” aku siap membntu kalian, aku juga tak mau ayahku ingin menguasai sekolah kalian”
Verel  :” gak usah, terimakasih”
Kinan          :” kamu apaan sih Rel, hehe iya maya terimakasih ya”
Maya :” ya udah aku balik dulu ya”
Dan Maya menghilang dengan misterius lagi.
Screne 19
Hari esok telah datang, masih terngiang-ngiang ucapan Maya di telinganya. Begitu pula ketiga pendekar hitam tadi telah memulai aksinya.
Riki   :”ingat, hilangkan semua orang yang ada disekolah ini, pancing Kinan dan Verel  keluar”
Kedua anak buah Lmengangguk
Ternyata begitulah strategi yang mereka buat untuk Kinan dan Verel .
Kinan          :” apa yang terjadi?”
Verel  :” kemana semua orang?”
Kinan          :” bukankah ini sudah siang?”
Verel  :”kenapa tak ada seorangpun?”
mereka masih tak henti bertanya-tanya
Verel  :”jangan jangan...”
Kinan          :” tidak salah lagi”
Mereka menyiapkan semuanya , mereka tak ingin kebaikan terkalahkan dengan kejahatan. Sungguh tak akan adil bila itu terjadi.
Verel  :”sebaiknya kita minta bantuan ayahku saja”
Kinan          :” jangan”
Verel  :” tapi...”
Kinan          :” bukankah kau sudah mendapat kepercayaan bahwa kamu bisa melakukan iki?”
Verel  :” baiklah kita akan coba berdua saja”
Maya :” tidak.. aku ikut”
Kinan          :” maya...”
Maya :” aku akan ikut kalian demi nama kebaikan”
Verel  :” terserah kau saja”
Mereka segera bergegas menyiapkan segalanya.
Mereka menyatukan kekuatan mereka, walaupun mereka tak begitu yakin dapat mengalahkan raja Kegelapan.
Kinan          :” ummm.,.. May kamu tau kelemahan ayahmu?”
maya :” kelemahan ayahku adalah aku”
Verel  :” maksud kamu?”
Maya :” setiap tetes darah yang aku punya adalah darah ayahku juga”
Kinan          :”lalu?”
Maya :” jika kalian membunuhku, kalian akan memenangkan peran ini”
Verel  :” tidak, pasti ada cara lain”
Kinan          :” iya pasti ada cara yang lain, untuk melenyapkannya”
Maya : “ tak ada Kinan, ayahku sekarang sudah bisa memasuki bumi dengan mudahnya”
Verel  :” kenapa bisa begitu, bukankah ayahmu tak bisa menembus dinding bumi ini?”
Maya :”iya awalnya juga seperti itu,tapi...”
Kinan          :” tapi apa Maya?”
Maya :” benda pusaka yang kalian pegang itu palsu, ayahku terlebih dahulu
 Menukarnya. Karna dia tau ini akan terjadi”
Verel  :” pasti di punya kelemahan lainnya kan?”
Maya :” tidak verel, kau kan benci padaku. Kenapa tidak kau saja yang membunuhku? Mungkin itu bisa menebus kesalahanku?”
verel  :” awalnya begitu, namun aku sadar kau taknsejahat yang kupikirkan”

Namun tak sampai mereka menyelesaikan pembicaraannya, ketiga pendekar hitam terlebih dahulu menyacaukannya.
Riki   :” apa kabar tuan putri? Hahah”
Maya :” beraninya kau muncul dihadapanku?”
Mereka saling menyerang tanpa henti, mengadu kekuatan yang mereka punyai. Tanpa pedang ataupun senjata, mereka mengadu kekuatan dalam. Namun, kekuatan yang dimiliki ketiga pendekar tadi kalah jauh dengan mereka. Sampai akhirnya Raja kegelapanpun datang .
Raja kegelapan     :” hallo maya putriku, hallo putri kinansin, hallo kesatria Mada”
Verel  :” celaka, dia sudah tiba”
Kinan          :” ayo kita bergegas”
Maya :”sudah saatnya”
Verel  :” ayo kita serang......”

Mereka saling mengerang raja kegelapan yang kekuatannya amatlah sangat dashyat. Kekuatan mereka memang tak sepadan, walaupun mereka sudah menyatukan kekuatan mereka namun itu tidak cukup untuk melawannya. Sampai akhirnya semuanya menjadi tragedi yang amatlah sangat menyedihkan.
Kinan          :” Maya.... Verel.... waktuku sudah tak lama lagi... kalahkanlah dia. Ku mohon”
Verel  :” tidak Kinan, kamu harus bertahan”
Kinan          :”jalankanlah misimu dengan baik”
Maya akhirnya memejamkan mata untuk selama-lamanya. Dan itu sangat membuat Verel marah, sedangkan Maya hanya bisa menangis melihat Kinan sahabatnya.
Verel  :”beraninya kau, akan ku hancurkan kau. Hiya..... rasakan ini”
Maya :”jangan Verel. Tidak........”
Raja kegelapan     :” hahahahah...... kekuatanmu amatlah sangat buruk hahaha....”
Verel bertarung dengan sekuat tenaganya, dia benar-benar sakit hati karena dia telah membunuh maya. Namun apa yang terjadi verel juga tidak mampu melawan raja kegelapan. Dan ia juga menyusul Kinan.
Maya :”verel...... hahahah kalian jangan meninggalkanku(menangis dengan derasnya)”
Raja kegelapan     :” akhirnya aku bisa menguasai sekolah ini dan akan ku hisap semua energi yang ada disini. Aku akan menjadi raja yang terkuat, dan tak akan ada orang yang mengalahkanku. Hahahahah.....”
Maya :” ayah jahat”
Raja kegelapan     :” ayolah nak, mereka hanya orang lemah. Tidak sepadan dengan kita. Ayo kita pulang dan bersenang-senang”
Maya :” tidak , ayah tidak akan bisa”
Raja kegelapan     :” ada apa dengan kamu Maya?”
Maya :” karna ayah telah membunuh sahabat-sahabatku, dan aku tak bisa mengalahkan ayah. Maka ini jalan yang aku pilih ayah. Selamat tinggal”
 Maya menodongkan senjata ketubuhnya, kan membunuh dirinya sendiri. Dengan begitu dia telah membunuh ayahnya.
Raja kegelapan     :”tidak...........................................”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar